polip oh polip…

“Polip adalah membran mukosa yang mengalami hipertrofi atau radang sehingga ukuran selnya membesar. Polip terbagi atas dua jenis, yaitu polip bertangkai dan polip sessile. Polip dapat muncul pada beberapa bagian dalam tubuh seperti hidung.”

Umumnya polip tumbuh di hidung tapi tidak menutup kemungkinan polip tumbuh di tempat lain. Dan itu yang terjadi sama Alea…
Sempat kaget juga waktu ke dokter THT dan pak dokternya bilang kalau ada polip di telinga Alea, iya di telinga…dekat gendang telinga lebih tepatnya.

Jadi ceritanya dari kecil Alea ini sering bermasalah sama telinga, karena dia gampang banget pilek/flu. Entah karena cuaca ataupun karena ga tahan makanan atau minuman yg dia konsumsi. Dan tiba2 saja keluar cairan dari telinganya ketika dia pilek. Ketika akhirnya ke dokter, ternyata kata dokter radang/infeksi telinganya. Setelah di kasih obat minum, tetes telinga dan ga boleh kemasukan air dulu telinganya selama kurang lebih 5 hari baru berkurang sakitnya. Tapi setiap kali Alea pilek, masalah ini ikut muncul juga. Dan saran dokter cuma untuk menjaga kondisi Alea agar ga pilek…aduuuuh pak dokter ini pilek juga datangnya ga pakai permisi jadi gimana mau nolaknya coba…?

Dan kejadian ini berlanjut sampai Alea umur 4 tahunan. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk pindah dokter, karena kali ini cairan dari telinganya keluar bahkan saat dia ga lagi pilek. Cairannya lebih kental mirip ingus, sedikit berbau dan kadang ada bercak darah. Makin panik lah kami… Akhirnya dokter anak yang baru ini langsung menyarankan untuk ke THT aja. Dan ketika bertemu dokter THT dan dicek, untungnya gendang telinga masih bagus. Hanya dibersihkan aja kotoran di telinganya. Ibu dokter bilang harus rutin kontrol untuk cek dan bersihkan telinganya. Sejak saat itu kami jadi rutin bawa Alea ke THT 2-3 bulan sekali.

Kami pun mulai curiga..jangan2 dulu waktu umur 1 tahun Alea sempat opname selama 1 minggu gara2 telinganya ini, Alea sering banget demam malam hari dan setelah tes darah kata dokternya leukositnya tinggi artinya ada infeksi cuma belum tau infeksinya dimana. Selama di rumah sakit, berkali2 diambil darahnya untuk di tes bahkan sampai kultur kencing tapi ga juga ketemu infeksinya dimana.. bahkan sampai kami keluar rumah sakit di hari ke 7. Dan anaknya pun ga kelihatan sakit, dan ga pernah demam juga ketika di rumah sakit. Sedih juga harus berlama2 di sana tapi belum juga ketemu apa sakitnya.

Sampai akhirnya, kami…saya sih lebih tepatnya mulai gelisah. Penasaran sama penyebabnya, juga mulai capek bersihin telinganya hampir tiap hari. Dan kasian juga sama Alea takutnya dia jadi minder di sekolah karena dijauhi temannya gara2 si telinga ini. Untungnya sih dia ke sekolah pakai jilbab, takutnya kan nanti dikira telinganya ga pernah dibersihkan.. padahal emang ada masalah sama telinganya.. Dan kami putuskan untuk pindah dokter *lagi*

Di dokter yang baru ini pun saya ceritakan kronologis sakitnya. Akhirnya mulailah pak dokter cek telinganya, dibersihkan telinganya dan..ow..ow….Bu, ini ada polip di dekat gendang telinganya. Ini yang bikin keluar cairan terus, mumpung anaknya anteng ini skalian saya ambil aja. Disedot aja bisa ini, masih kecil ga perlu operasi. Dan akhirnya pak dokternya nunjukin daging kecil yg berhasil diambil dari telinganya. Alhamdulillah…semoga ini jalannya, semoga setelah ini kamu ga sakit lagi ya ndhuk…

5 hari minum obat, kasih obat tetes telinga, ga boleh kena air dulu telinganya, dan kontrol lagi setelah 5 hari pengobatan dicek sama pak dokter sudah bersih telinganya. Dan selama 5 hari itu juga bundanya ini terbebas tugas dari bersihin telinga.. 😀
Masih belum boleh berenang dulu sekitar 1 bulan ke depan. Tapi bersyukur banget sudah ketemu sumber penyakitnya, sehat terus ya ndhuk… 🙂

Iklan